Minggu, 01 Juli 2012

Sumber belajar dan Media Pendidikan


LATAR BELAKANG

Sumber belajar dan media pendidikan adalah salah satu unsur pokok  yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan belajar. Khususnya dalam kegiatan belajar anak di TK. Utamanya dalam pengembangan berbagai aspek perkembangan anak baik aspek kognitif, emosi, sosial, bahasa, motorik, moral dan sebagainya. Dan juga sumber belajar memegang peranan penting dalam rangka terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak. Sehingga akan tumbuh budaya belajar anak secara mandiri sebagai dasar untuk pembiasaan dalam kehidupan di kemudian hari, serta sumber belajar akan mendukung penciptaan kondisi belajar anak yang menarik dan menyenangkan.Media pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi secara optimal.
Selain itu masih banyak keuntungan yang dapat di peroleh dengan menggukanakan media  dalam kegiatan pembelajaran ( learning ), diantaranya anak lebih tertarik pada pelajaran merasa senang termotivasi untuk belajar dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

B.    PENGERTIAN SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PENDIDIKAN
1.    Pengertian sumber belajar
Sumber belajar adalah sumber pengetahuan yang memiliki beberapa macam pengertian, yaitu sumber belajar di tinjau dalam pengertian yang sempit sampai pada pengertian yang luas.
Sumber belajar dalam cakupan yang sempit maka sumber belajar hanya tercakup pada buku-buku atau bahan-bahan tercetak lainnya seperti majalah, buletin dan sebagainya. Dan dapat diartikan sebagai semua sarana pengajaran yang dapat menyajikan pesan yang dapat di dengar (secara auditif) maupun yang dapat di lihat (secara visual) saja. Misalnya radio, televisi dan perangkat keras (hardware).
Adapun sumber belajar secara lebih luas dapat dilihat dari bebera pendapat para ahli berikut ini:
a.    Torkleson (1965) mengatakan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang di gunakan untuk kepentingan pelajaran yaitu segala yang ada di sekolah pada masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Definisi ini mementingkan kata kepentingan pelajaran yang menunjukkan bahwa sumber belajar dan pemanfaatannya adalah memberdayakan berbagai sumber, tidak hanya terbatas pada buku atau alat-alat yang dapat di dengar dan dapat di lihat saja, namun sesuatu yang dapat di manfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar.
b.    Nana Sudjana (1997) berpendapat bahwa sumber belajar segala daya yang dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya. Atau dalam proses pembelajaran baik secara langsung atau tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.


c.    AECT (Association For Educational Communication And Technology) (1995) mengatakan bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang berupa pesan, manusia, material (media software), peralatan (hardware), teknik (metode) dan lingkungan yang di gunakan secara sendiri-sendiri maupun di kombinasikan untuk memfasilitasi terjadinya kegiatan belajar. Yang artinya sumber belajar menurut AECT tidak terbatas pada buku saja akan tetapi lebih luas dan terperinci, yaitu meliputi : pesan, orang, bahan, berbagai peralatan, teknik dan lingkungan adalah sumber belajar lain yang sangat potensial digunakan dalam membantu mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak yaitu segala sesuatu yang berupa pesan, manusia, material, peralatan teknik dan lingkungan.
d.    Aggani Sudoso (1995) arti sumber belajar adalah segala macam yang dapat di gunakan untuk memberikan informasi maupun berbagai keterampilan kepada murid maupun guru. Maksudnya memberikan masukan dan informasi maupun pengertian pada anak sehingga anak berminat dan menimbulkan rasa ingin tahun. Pengertian ini memberikan penguatan terhadap aspek manfaat dari sumber belajar yang tidak hanya terfokus pada anak melainkan juga guru.
e.    Anna Suhaenah (1998). Mengatakan bahwa sumber belajar adalah manusi, bahan, kejadian, peristiwa, setting, teknis yang membangun kondisi yang memberikan kemudahan bagi anak didik untuk belajar memperoleh pengetahuan keterampilan dan sikap.
f.    AECT (1986). Mengatakan bahwa sumber belajar (untuk teknologi pendidikan) meliputi semua sumber (data, orang dan barang) yang dapat dipergunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informal untuk memberi fasilitas belajar.
Pada prinsipnya bahan-bahan ajar yang di pandang cocok bagi anak TK adalah sederhana, konkret, sesuai dengan dunia kehidupan anak ( children ), terkait dengan situasi pengalaman langsung, atraktif dan berwarna, mengundang rasa ingin tahu anak, bermanfaat dan terkait dengan kegiatan-kegiatan bermain anak.
2.    Pengertian media pendidikan
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.
Medóë adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penrima pesan. Yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a reciver).
Beberapa pengertian menurut pendapat para ahli:
a.    Heinich, Molenda dan Russel (1993), media adalah merupakan saluran komunikasi.
b.    AECT di Amerika, media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi.
c.    Gagne (1970), menyatakan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
d.    Briggs (1970), berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, seperti buku, film, kaset dan sebagainya.
e.    NEA (National Education Association), mengartikan media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca.
Jadi apapun batasan yang di berikan, ada persamaan diantara batasa tersebut yaitu bahwa MEDIA adalah segala sesuatu yang dapat di gunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Dalam situasi pembelajaran di TK terdapat pesan-pesan yang harus di komunikasikan. Pesan-pesan tersebut biasanya merupakan isi dari tema atau topik pembelajaran. Pesan-pesan tersebut disampaikan oleh guru kepada anak melalui suatu media dengan menggunakan prosedur pembelajaran tertentu yang disebut metode.
Dan masih ada pengertian lain tentang media :
a.    Teknologi pembawa pesan yang dapat di manfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Sehramm, 1977).
b.    Sarana fisik untuk penyampaian isi/materi pembelajaran seperti buku, film, video, slide (Briggs, 1977).
c.    Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang, dengar termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969).
Dari beberapa pengertian diatas ternyata yang disebut MEDIA PEMBELAJARAN itu selalu terdiri atas dua unsur penting yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan di bawahnya (message/software).
•    Unsur pesan (software) adalah informasi atau bahan ajar dalam tema/topik tertentu yang akan di sampaikan atau di pelajari anak.
•    Unsur perangkat keras (hardware) adalah sarana atau peralatan yang di gunakan untuk menyajikan. Dengan demikian sesuatu baru dikatakan media pembelajaran jika sudah memenuhi dua unsur tersebut.
Intinya MEDIA PENDIDIKAN adalah segala sesuatu yang dapat di indra yang berfungsi sebagai perantara/saran/alat untuk proses komunikasi/alat penyampaian informasi.
Artinya MEDIA PENDIDIKAN adalah salah satu alat yang di gunakan oleh seorang guru sebagai alat pendekatan untuk membantu para siswa memahami materi yang akan di ajarkan dalam proses pembelajaran dan untuk memuluskan tercapainya hasil proses pembelajaran.


C.    MANFAAT SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PENDIDIKAN

Pemanfaatan sumber belajar dalam pembelajaran anak TK tentunya di dasar atas kemanfaatan sumber-sumber belajar tersebut bagi terselenggaranya kegiatan pembelajaran anak secara efektif. Manfaat yang di dapat tersebut adalah sebagai berikut:
1.    Dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kongkret langsung. Anak dalam nejnajgn TK berada pada fase berfikir kongkret artinya anak seusia TK belum mampu berfikir diluar batas kemampuan pancainderanya (secara abstrak). Pemberian pengalaman belajar yang nyata/kongkret akan lebih bermakna dalam proses belajar anak.
Misal guru menjelaskan angkutan. Sebaiknya guru tidak menjelaskan secara lisan saja, sebaiknya guru menfasilitasi untuk melihat langsung.
2.    Ada kalanya guru harus menjelaskan mengenai hal-hal yang tidak meungkin diadakan, di kunjungi atau di lihat secara langsung. Misal guru bercerita binatang maka guru mungkin mendatangkan gajah ke sekolah, maka guru dapat menggunakan gambar, foto dan lain sebagainya.
3.    Upaya memperluas wawasa anak melalui pemanfaatan sumber belajar merupakan nilai tambah yang lain  sumber belajar. Artinya guru untuk menambah wawasan anak maka guru telah mengajak untuk mengamati. Misal mengamati ikan dan sebagainya.
4.    Memberikan informasi yang akurat dan terbaru. Misal informasi yang di dapatkan anak melalui buku bacaan/majalah.
5.    Motivasi anak untuk belajar selalu menjadi fokus perhatian guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran anak TK. Artinya kreatifitas guru dalam memilih dan memanfaatkan berbagai sumber belajar akan mendorong anak menyenangi kegiatan belajarnya, karena anak di berikan sumber pengetahuan, sumber informasi dan sumber balajar dan beragam.
6.    Mengembang berfikir anak secara lebih kritis dan positif. Misal anak diajak ke ke bun binatan, maka anak akan dapat mengemukakan pertanyaan atas apa yang dilihatnya..
Sedangkan manfaat dan nilai-nilai media pembelajaran di TK pada dasarnya merupakan kegiatan integral dari keseluruhan komponen pembelajaran TK.
Nilai-nilai media pembelajaran diantaranya :
a)    Mengkongkretkan konsep-konsep yang abstrak. Misal menjelaskan berhembusnya angin.
b)    Menghadirkan objek-onjek yang terlalu bahaya atau sukar di dapat dalam lingkungan belajar. Misal menceritakan binatang maka guru dapat menggunakan televisi.
c)    Menampilkan objek yang terlalu besar. Misal menyampaikan gambaran tentang kapal laut atau objek yang kecil seperti semut, bakteri, virus dan nyamuk.
d)    Memperlihatkan gerak yang terlalu cepat. Misal dengan media film guru dapat melesatnya anak panah atau proses sesuatu ledakan atau gerakan yang terlalu lambat seperti pertumbuhan kecambah, mekarnya bunga dan sebagainya.
Selain yang empat diatas masih terdapat pula nilai pembelajaran dari pemanfaatan media pembelajaran di TK, yaitu :
a)    Memungkinkan anak berinteraksi secara langsung dengan lingkungan.
b)    Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau resepsi belajar pada masing-masing anak.
c)    Membangkitkan motivasi belajar anak.
d)    Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat di ulang maupun disimpan menurut kebutuhan.
e)    Menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak bagi selurh anak.
f)    Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
g)    Mengontrol arah dan kecepatan belajar anak.
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pemanfaatan media pembelajaran di TK diantaranya sebagai berikut :
1.    Penggunaan media pembelajaran bukan merupakan fungsi tambahan tetapi memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantuk untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang lebih efektif.
2.    Media pembelajaran merupakan bagian integral dari keseluruhan proses pembelajaran. Hal ini mengandung pengertian bahwa media pembelajaran sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan situasi belajar yang diharapkan.
3.    Media pembelajaran dalam penggunaanya harus relevan dengan tujuan dan idi pembelajaran hal ini mengandung makna bahwa penggunaan media harus selalu melihat kepada tujuan atau kemampuan yang akan di kuasai anak dan bahan ajar.
4.    Media pembelajaran berfungsi untuk mempercepat proses belajar, artinya anak dapat menangkap tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih cepat.
5.    Media pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan kualitas proses pmebelajaran. Artinya pembelajaran lebih tahan lama mengendap dalam pikiran anak sehingga kualitas pembelajaran menilai yang tinggi.
6.    Media pembelajaran meletakaan dasar-dasar yang kongkret untuk berfikir.

D.    HAKEKAT SUMBER BELAJAR DI TK

Sumber belajar pada hakekatnya bertujuan untuk mengembangkan berbagai potensi yang sesuai dengan karakteristik anak. Untuk itu sangat beragam dan bervareasi baik dalam  hal kemampuan, sikap serta minatnya. Oleh sebab itu sumber belajar bagi anak TK sangat menentukan keberhasilan anak. Dengan sumber belajar anak dapat menjelajahi sumber pengalaman belajarnya, sehingga anak termotivasi dan mendapatkan kemudahan dalam kegiatan belajarnya. Belajr bagi anak TK tidak di rasakan sebagai beban tetapi menjadi bermain yang menyenangkan dan tidak membosankan.
Sumber belajar dapat menjadikan pembelajaran berlangsung secara optimal dan efektif, apabila sang guru kreatif merancang pemanfaatan dari berbagai sumber belajar tersebut.


E.    JENIS-JENIS SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN DI TK

Ketersediaan sumber belajar merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru. Namun guru harus kreatif mengenal berbagai sumber belajar sehingga dapat bermanfaat dalam menunjang proses pembelajaran anak.
Secara umum dilihat dari segi pengembangannya, belajar itu dapat di bedakan menjadi 2 macam/sumber jenis:
1.    Sumber belajar yang di rencanakan/dirancang (by design) yaitu adalah segala sumber belajar yang secara sengaja dirancang atau di design untuk kepentingan pencapaian tujuan pembelajaran tertentu atau semua sumber belajar yang secara khusus telah di kembangkan untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
2.    Sumber belajar yang di manfaatkan atau di gunakan (by utilization) adalah sumber belajar yang tidak dirancang untuk kepentingan tujuan suatu kegiatan pembelajaran atau sumber belajar yang tidak secara khusus di didesain untuk keperluan pendidikan, namun dapat ditemukan, diaplikasikan dan digunakan untuk keperluan belajar. Contoh pasar, toko. Museum, tokoh masyarakat dan sebagainya yang ada di lingkungan kita.
Menurut AECT (Association For Educational Communication And Technology) membagi sumber belajar dalam enam jenis, yaitu :
1.    Pesan (message)
Maksudnya segala informasi yang harus di salurkan oleh komponen yang lain yang berbentuk ide, fakta, pengertian dan data. Misal bahan ajar yang terdapat di kurikulum TK. Yang di maksud komponen lain yaitu guru.
2.    Orang
Yaitu orang yang bertindak sebagai penyimpan dalam penyalur pengolah dan pengkaji pesan. Misal guru mendatangkan para ahli untuk menyampaikan pesan seperti dokter menceritakan cara mengobati pasien di Puskesmas.
3.    Bahan
Yaitu barang-barang yang lazim di sebut media/perangkat lunak (software) yang biasanya berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan, bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian.
4.    Peralatan (device)
Yaitu sesuatu yang disebut media/hardware yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Misal radio.
5.    Teknik/metode
Yaitu prosedur yang disisipkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan, situasi dan orang yang menyampaikan pesan. Contoh guru mendemonstrasikan (memberi contoh) mengenai bagaimana cara memegang bola tangan yang tepat.
6.    Lingkungan/setting
Maksudnya situasi sekitar dimana pesan disalurkan atau di sampaikan dan di terima oleh pelajar. Seperti ruangan kelas, perpustakaan, kebun binatang, rumah dan sebagainya.
Adapun media pembelajaran dapat di kelompokkan menjadi 3 bagian antara lain:
a.    Media visual
Adalah media yang menyampaikan pesan melalui penglihatan pemirsa/media yang hanya dapat di lihat, seperti:
-    Gambar diam (gambar manusia, binatan dan sebagainya)
-    Media grafis adalah media pandang dua dimensi (gambar dan tulisan) menggunakan kata-kata, angka serta bentuk simbol (lambang)
-    Media model adalah media tiga dimensi, tiruan dari beberapa objek nyata seperti objek terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal dan  yang jarang di temukan atau terlalu rumit dibawa kedalam kelas.
-    Media realita merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman langsug (direct experience) kepada anak, seperti mata uang, tumbuhan, binatang yang tidak berbahaya.
b.    Media audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsan pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan anak untuk memahami/mepelajari isi tema, seperti kaset suara/radio.
c.    Media audiovisual
Media ini bisa disebut media pandang dengar, dengan menggunakan media ini makan penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap dan optimal dan peran guru beralih menjadi fasilitator belajar saja. Misal televisi/video pendidikan dan sebagainya.

F.    PENTINGNYA SUMBER BELAJAR UNTUK ANAK TK

Sumber belajar merupakan bagian yang tak terpisahkan lagi kegiatan belajar anak dan sangat membantu dalam aspek perkembangan anak baik aspek kognitif, sosial, bahasa, motorik, afeksi, moral dan sebagainya yang merupakan suatu sistem proses pembelajaran. Dimana sistem itu adalah sekumpulan komponen dimana antara satu komponen dengan komponen yang lain saling berhubungan, saling ketergantungan dalam rangka mencapai tujuan. Contoh tubuh kita yang terdiri dari kepala, tangan, kaki dan sebagainya. Tiap komponen memiliki fungsi tersendiri.
Demikian pula halnya dalam konsep pembelajaran anak TK sebagai suatu sistem yang didalamnya terdiri dari beberapa komponen atau unsur. Keseluruhan aspek atau unsur tersebut pada hakekatnya saling berkaitan, saling berhubungan dalam rangka mencapai tujuan.
Komponen atau unsur yang terdapat dalam sistem pembelajaran anak tersebut terdiri dari anak sebagai masukan atau input proses (kegiatan pembelajaran) dan hasil belajar anak sebagai keluaran atau output.
Sumber belajar sebagai salah satu komponen atau unsur pembelajaran di TK memegang peranan penting dalam rangka terselenggaranya kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak. Dengan tersedianya sumber belajar memungkinkan tumbuhnya budaya belajar anak secara mandiri sebagai dasar untuk pembiasaan dalam kehidupan di kemudian hari serta menciptakan komunikasi antara anak dengan orang dewasa dan teman sebaya. Namun penyajian sumber belajar untuk anak TK harus nyata dan sederhana agar dapat membantu pengembangan kemampuan berfikir anak dan sesuai dengan taraf kemampuannya.
Ada beberapa pertimbangan mengenai pentingnya sumber belajar dalam pembelajaran anak TK, antara lain:
1.    Sumber belajar memberi kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan dan memperkaya anak dengan menggunakan berbagai pilihan sumber belajar seperti buku, alat, nara sumber, metode, lingkungan dsb yang semuanya dapat menambah pengetahuan anak. Dalam hal ini sumber belajar menfasilitasi anak untuk menyalurkan keingintahuannya yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.
2.    Sumber belajar dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa, caranya dengan berbicara dan berkomunikasi dengan nara sumber atau guru yang dapat mengembangkan pandangan anak dalam berbagai aspek kehidupan.
3.    Sumber belajar dapat membantu mengenalkan anak pada lingkungan dan juga mengajar anak mengenal kekuatan maupun kelemahan dirinya. Hal ini bisa menggunakan alat permainan sebagai sumber belajar sehingga dapat memotivasi anak untuk melakukan kegiatan yang jelas dan menggunakan panca indranya secara aktif, contoh, kepingan puzzle.
4.    Sumber belajar dapat menumbuhkan motivasi belajar anak sehingga perhatian anak meningkat. Sumber belajar yang beragam dan bervariasi akan menimbulkan rasa keterkaitan anak terhadap bahan ajar yang akan diberikan. Anak bisa memilih sumber belajar mana yang paling cocok dan sesuai dengan minatnya masing-masing hal ini akan membuat suasana pembelajaran terasa lebih dinamis mengingat siswa semangat untuk belajar.
5.    Sumber belajar memungkinkan anak untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.
6.    Sumber belajar mendukung siswa untuk lebih banyak melakukan kegiatan belajar yaitu selain mendengarkan uraian dari guru tetapi juga mengamati, melakukan, mendemontrasikan dan lain-lain.
1.    Menjadikan berbagai hal yang dapat dipelajari oleh anak-anak.
2.    Memingkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningful learning)
3.    Memungkinkan terjadinya proses pembentukan kepribadian anak.
4.    Kegiatan belajar akan lebih menarik bagi anak.
5.    Menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning activities).
Jenis-jenis lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di Tk terdiri atas leingkungan alam/fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan alam/fisik adalah segala sesuatu yang alamiah dan sifatnya realtif menetap, seperti air, tanah, batu-bantuan, tumbuhan, hewan, sungai,iklim, suhu udara. Lingkungan sosial berkenaan dengan interaksi anak dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat digunakan untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan.


H.    KEGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR.

Secara umum media pembelajaran mempunyai kegunaan sebagai berikut:
1.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
2.    Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seprti misalnya:
a.    Obyek yang terlalu besar bisa di gantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model.
b.    Obyek yang kecil dibantuk dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar.
c.    Gerak terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse/highspeed photography.
d.    Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa di tampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
e.    Obyek yang terlalu komplet (misal mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain.
f.    Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain) dapat divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain-lain.
3.    Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervareasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:
a.    Menimbulkan kegiatan belajar.
b.    Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungannya dan kenyataan.
c.    Memungkinkan anak didi belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
4.    Dengan sifat yang unik pada tiap siswa di tambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda.
Sedangkan kurikulum dan materi pendidikan di tentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mngalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatas dengan media pendidikan yaitu dengan kemampuannya dalam :
a.    Memberikan perangsang yang sama.
b.    Mempersamakan pengalaman.
c.    Menimbulkan persepsi yang sama.


KESIMPULAN


1.    Sumber belajar (sumber pengetahuan/daya) yang dapat dipergunakan untuk kepentingan belajar baik itu berupa pesan, manusia, material, peralatan, teknik, lingkungan, bahan, kejadian/perstiwa untuk memfasilitasi terjadinya kegiatan belajar dan dapat memberi masukan, informasi, pengertian serta memberi kemudahan pada peserta didik.
Media pendidikan segala sesuatu (alat) yang dapat di gunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima yang dapat diindra yang berfungsi sebagai peralatan atau sarana (proses komunikasi/penyampaian informasi) yang digunakan oleh seorang guru atau fasilitator sebagai alat pendekatan untuk membantu para siswa memahami materi yang akan di ajarkan dalam kegiatan pembelajaran dan memuluskan tercapainya hasil proses pembelajaran.
2.    Manfaat sumber belajar adalah memerikan pengalaman baru yang lebih kongkret dan langsung utamanya dalam menjelaskan hal-hal yang tidak mungkin diadakan. Serta dapat memperluas wawasan sehingga anak dapat berfikir kritis dan positif dan dapat memberikan informasi yang akurat dan terbaru sehingga anak dapat termotivasi untuk belajar dengan menarik dan menyenangkan.
3.    Hakikat sumber belajar bagi anak adalah mengembangkan berbagai potensi yang beragam dan bervariasi. Baik dal kemampuan, sikap, minat yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak.
4.    Jenis sumber belajar itu dapat dibagi dua:
a.    Sumber belajar yang dirancang seperti buku cerita anak.
b.    Sumber belajar yang di manfaatkan dan digunakan untuk keperluan belajar. Seperi toko, pasar, museum dan sebagainya
Menurut AECT membagi sumber belajar ada enam: pesan, orang, peralatan, teknis dan lingkungan.
Jenis-jenis media pendidikan dapat di bagi 3 bagian: media visual, media audio, media audio visual.
c.
5.    Sumber belajar bagi anak TK mempunyai peranan yang sangat pendting sekali karena dengan sumber belajar anak mudah memahami, mengamati dan mendemonstrasikan kegiatan pembelajaran secara mandiri, sehingga anak dapat mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik serta dapat meningkatkan, kemampuan berbahasa anak dengan kemunikasi yang baik, baik dengan nara sumber/guru.
6.    Lingkungan yang dapat di manfaatkan untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di TK terdiri atas lingkungan alam/fisik seperti air, tanah, batu-batuan, tumbuh-tumbuhan, hewan, sungai, iklim dan suhu udara.
Sedangkan lingkungan sosial berkenaan dengan interaksi anak dalam kehidupan bermasyarakat serta dapat di gunakan untuk mempelajari ilmu sosial dan kemanusiaan.
7.    Diantara kegunaan media pendidika dalam proses belajar mengajar adalah :
-    Memperjelas penyajian pesan.
-    Mengatasi keterbatasa ruang, waktu dan daya indra.
-    Menimbulkan kegairahan belajar.

dini dapat saja diberikan materi pelajaran, diajari membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan bukan hanya itu saja, mereka bisa saja diajari tentang sejarah, geografi, dan lain-lainnya. Jerome Bruner menyatakan, setiap materi dapat diajarkan kepada setiap kelompok umur dengan cara-cara yang sesuai dengan perkembangannya (Supriadi, 2002: 40). Kuncinya adalah pada permainan atau bermain. Permainan atau bermain adalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini. Ia sebagai media sekaligus sebagai substansi pendidikan itu sendiri. Dunia anak adalah dunia bermain, dan belajar dilakukan dengan atau sambil bermain yang melibatkan semua indra anak.
Bruner dan Donalson dari telaahnya menemukan bahwa sebagian pembelajaran terpenting dalam kehidupan diperoleh dari masa kanak-kanak yang paling awal, dan pembelajaran itu sebagian besar diperoleh dari bermain. Sayangnya, menurut Samples bermain sebagai gagasan yang dikaitkan dengan pembelajaran kurang mendapatkan apresiasi dalam berbagai lingkungan budaya (Supriadi, 2002: 40).
Bermain bagi anak adalah kegiatan yang serius tetapi menyenangkan. Menurut Conny R. Semiawan (Jalal, 2002: 16) bermain adalah aktivitas yang dipilih sendiri oleh anak karena menyenangkan, bukan karena hadiah atau pujian. Melalui bermain, semua aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan. Dengan bermain secara bebas anak dapat berekspresi dan bereksplorasi untuk memperkuat hal-hal yang sudah diketahui dan menemukan hal-hal baru. Melalui permainan, anak-anak juga dapat mengembangkan semua potensinya secara optimal, baik potensi fisik maupun mental intelektual dan spritual. Oleh karena itu, bermain bagi anak usia dini merupakan jembatan bagi berkembangnya semua aspek.
Kritik yang ditujukan kepada sejumlah TK bukan karena mereka mengajarkan berhitung, membaca, dan menulis melainkan caranya yang salah seakan-akan menjadikan TK sebagai miniatur SD. Padahal PAUD itu sesuatu yang lain dengan landasan psikologis dan pedagogis yang berbeda. Belajar Quantum dari De Porter & Hernacki serta revolusi belajar yang dibawakan oleh Dryden & Vos (Supriadi, 2002: 41) meletakkan titik berat pada “pendinian” belajar pada anak dengan memilih cara-cara yang sesuai, bukan pengakademikan belajar pada usia dini – dua hal yang sangat besar perbedaannya. Pembelajaran pada anak usia dini dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode (Direktorat PADU,2001; Depdikbud, 1998), diantaranya yaitu:
  1. Bercerita
    Bercerita adalah menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Melalui cerita daya imajinasi anak dapat ditingkatkan. Bercerita dapat disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka. Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Cerita tersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat, kemampuan dan kebutuhan anak.
  2. Bernyanyi
    Bernyanyi adalah kegiatan dalam melagukan pesan-pesan yang mengandung unsur pendidikan. Dengan bernyanyi anak dapat terbawa kepada situasi emosional seperti sedih dan gembira. Bernyanyi juga dapat menumbuhkan rasa estetika.
  3. Berdarmawisata
    Darmawisata adalah kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang sesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupan anak. Kegiatan tersebut dilakukan di luar ruangan terutama untuk melihat, mendengar, merasakan, mengalami langsung berbagai keadaan atau peristiwa di lingkungannya. Hal ini dapat diwujudkan antara lain melalui darmawisata ke pasar, sawah, pantai, kebun, dan lainnya.
  4. Bermain peran
    Bermain peran adalah permainan yang dilakukan untuk memerankan tokoh-tokoh, benda-benda, dan peran-peran tertentu sekitar anak. Bermain peran merupakan kegiatan menirukan perbuatan orang lain di sekitarnya. Dengan bermain peran, kebiasaan dan kesukaan anak untuk meniru akan tersalurkan serta dapat mengembangkan daya khayal (imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan.
  5. Peragaan/Demonstrasi
    Peragaan/demonstrasi adalah kegiatan dimana tenaga pendidik/tutor memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian ditirukan anak-anak. Peragaan/demonstrasi ini sesuai untuk melatih keterampilan dan cara-cara yang memerlukan contoh yang benar.
  6. Pemberian Tugas
    Pemberian tugas merupakan metode yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telah dipersiapkan sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan tugas secara tuntas. Tugas dapat diberikan secara berkelompok ataupun individual.
  7. Latihan
    Latihan adalah kegiatan melatih anak untuk menguasai khususnya kemampuan psikomotorik yang menuntut koordinasi antara otot-otot dengan mata dan otak. Latihan diberikan sesuai dengan langkah-langkah secara berurutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar